Pengen Jadi Developer Android, Mulai Dari Mana?

Standard

Itu pertanyaan saya 1 tahun yang lalu. Sebagai orang pada umumnya, Google jadi tujuan pertama saya. Nah, ada jutaan cara untuk mulai belajar. Saya sudah coba hampir semua cara yang saya tahu. Masing-masing ada plus minusnya. Minimal buat saya pribadi.

  1. Baca buku. Mata nggak capek, bisa dicicil dimanapun. Tapi karena perkembangan Android pesat, sering gak uptodate yang dibahas.
  2. Cari tutorial dan praktekin. Mata cepet capek karena harus didepan komputer. Cari yang uptodate gampang asal kita tahu caranya. Salah satu tutorial terupdate ya dari seksi Training di developer.android.com. Monggo bisa dicoba.
  3. Belajar dari video tutorial. Mata juga capet karena harus didepan komputer. Udacity jadi salah satu pilihan saya. Tutorialnya terstruktur, ada 18 materi yang bisa kita ulik, dari level pemula sampai lanjut. Free. Ada subtitle Inggris dan Bahasa Indonesia dibeberapa materi. Materinya kadang ngga seupdate developer.android.com, tapi pembuat materi biasanya kasi update. Tersedia juga repository App yang dibahas/dibuat yang kita bisa intip step-by-stepnya di github.

Pada akhirnya memang masalah pilihan pribadi aja. Mungkin teman-teman ada yang punya cara belajar lain? Bisa corat-coret di kolom komentar. Saya pribadi lebih seneng yang nomor 3. Kalau kamu?

How to fix ERROR: x86 emulation currently requires hardware acceleration

Standard

When we are firing up Android Virtual Device, Intel HAXM based emulator is one of best choice out there. In some setup, Genymotion performs better (Consider to use this one, it is great although your Android phone is still unbeatable). But if you got no time to setup it, this one is always sitting right there on Android Virtual Device menu. I ran to this kind of dialog message today:

Android Studionya Error! Gambar dari https://www.filepicker.io/api/file/mhTvDjFT8u5gnOHqfe8L

Error Message I got. Not exacly this one but similar. Image from https://www.filepicker.io/api/file/mhTvDjFT8u5gnOHqfe8L

I tried to solved it with some tips I found online, and this one on  StackOverflow works best for me:

I happen to have a CPU with the same feature set (E8400). The Android SDK Manager did not actually install HAXM on my machine, just downloaded it. In the top of the Android SDK manager window, you can find where it is located on your PC. Please open the subfolder extras\intel\Hardware_Accelerated_Execution_Manager, and run the installer manually:intelhaxm-android.exe. I got the x86 emulator running after that.

I tried to install intelhaxm-android.exe from this path

C:\Users\YourUser\AppData\Local\Android\sdk\extras\intel\Hardware_Accelerated_Execution_Manager

and it work flawlessly.

Baca eBook di Ponsel

Standard

Baca buku di ponsel? Awalnya ragu nyaman apa tidak. Sudah dari 2-3 tahun yang lalu pengen coba, tapi baru sekarang kesampaian. Maklum waktu itu belum pakai ponsel yang nyaman untuk baca. Sudah beberapa kali coba tapi nyerah. Beberapa kali ngobrol dengan pengguna tablet dan selalu dapat cerita betapa tidak nyamannya baca ebook.

Beberapa bulan lalu saya mulai pakai Lenovo S920. Resolusi layarnya 720p. Cukup besar dibanding ponsel sebelumnya. Jadi tertarik nyoba baca ebook. Akhir Februari lalu saya mulai isi memory card beberapa novel dalam format EPUB.

Saya pakai reader Aldiko awalnya, tapi kemudian beralih ke Moon+ Reader. Aplikasi pembaca ebook ini punya fitur jagoan: bisa diintegrasikan dengan ColorDict. ColorDict ini aplikasi kamus dan mendukung format StarDict. Sangat membantu ketika nggak tahu arti suatu kata. Nanti saya bahas aplikasinya di postingan terpisah.

Sebulan berlalu dan saya lalap 3 novel trilogi Hunger Games, ternyata cukup nyaman juga baca di ponsel!

image

Tampilan Moon+ Reader

Oya, saya bilang nyaman karena buku yang saya baca formatnya EPUB. Teksnya bisa diatur ukurannya. Hal ini juga berlaku buat format MOBI. Kedua format ini yang paling populer.

image

ColorDict di Moon+ Reader

Bagaimana dengan PDF? Beberapa kali coba baca buku dalam format PDF, ujung-ujungnya jari capek ngezoom dan ngegeser halaman. Beberapa kali coba cari tahu, belum ada piranti dengan layar dibawah 10inch seperti iPad yang katanya cukup nyaman.

Bisa baca buku diponsel kita cukup asyik juga. Ketika lagi bengong diantrian ATM, ngantri di bank, atau dilobi ketika nunggu jadwal rapat. Saya bisa nyicil baca. Setidaknya selalu ada buku bagus yang bisa dibaca selama baterai ponsel masih ada.

Buat teman-teman yang ingin mencoba silakan langsung ke Google Play untuk mendownloadnya di sini dan situ.